Wajar apabila bayi itu menangis, dikarenakan bayi itu berkomunikasi dengan manangisnya itu. Nangis merupakan satu cara bayi itu mengekspresikan segala sesuatu kepada orang tuanya.
Banyak tipe-tipe menangis bayi untuk mengungkapkan sesuatu.
Kali ini gue bukan pengen menyebutkan dan menjelaskan satu persatu tipe-tipe menangis bayi. Tapi kali ini gue cuma mau berbagi cerita aja.
Baru-baru ini kami mudik ke daerah jawa barat membawa bayi kita yang berumur 4 bulan. Yang memang sudah lama kita merencakan mudik ke tempat tinggal istri, karena sejak bayi belum pernah dibawa ke kampung halamannya.
Ibu gue melarang membawa bayi dibawah 5 bulan pergi jauh, karena banyak faktor yang bisa bikin bayi kita mungkin sakit atau cuma sekedar nggak nyaman. Pengalaman itu pun didapat dari kakek nenek gue yang turun akhirnya ke ibu gue.
Dikarenakan hal itu makanya kita memutuskan nanti aja lebaran kita bawa bayi kita sekalian mudik. Memang dari sebelumnya uda sering kita bawa jalan-jalan didalam kota aja, supaya dia juga terlatih untuk naek mobil.
Padaharinya tiba kita berangkat juga mudik. Di mobil bayi kita emang aga rewel, mungkin karena jauh perjalanan. Mungkin untuk orang dewasa tidak jauh , tapi untuk bayi itu jauh. Perjalanan 3-4 jam yang melelahkan. Bahkan gue juga yang uda lama nggak nyetir mobil jauh, tiba-tiba kaki kram.
Singkat kata sampai lah kita dirumah istri. Banyak saudara-saudara yang sudah pada menunggu kedatangan kita. Apa yang di prediksi ibu gue bener. Bayi gue mulailah digilir satu persatu digendong sama saudara-saudara. Alhamdulillah seneng sih dia, ketawa-ketawa. Bayi gue emang paling seneng bercanda-canda sama orang baru. Uda lama juga dia becanda sama orang tuanya, mungkin bosen.
Singkat cerita lagi, tiba saatnya jam tidur. Di jam tidur dia memang dia sering rewel.
Tiba-tiba dia mulai nangis, awalnya biasa aja tapi lama-lama nangisnya mulai menjerit dan kejer-kejer. Kejadian itu membuat aki dan nini nya panik, dan seisi rumah juga panik. Gue sedikit lumayan panik karena nggak pernah liat dia nangis kejer-kejer yang lumayan lama. Biasanya nangis kaya gini tuh bertahan 5 menit , tapi sekarang uda hampir 10 menit nggak berhenti. Semua usaha uda dilakukan, sudah dibacain doa juga.
Tapi setelah lebih kurang 15 menit akhirnya mulai reda.
Kesimpulan gue, bayi gue ini mungkin kecapean berat karena di gendong sana-sini, ganti-ganti orang. Kemudian giliran mau tidur dia kok nggak ngedapetin aura kamarnya. Mungkin dia pikir cuma jalan-jalan seperti dijakarta. Malemnya bakalan pulang lagi ke kamarnya. Ternyata yang didapat itu langit-langit kamar lain. Alhasil ngamuk berat deh dia.
Ternyata nyokap gue juga ada benernya. Bayangin aja kalo dia digendong-gendong pas umur 2 bulan-an dan nangis jerit-jerit pada umur segitu pasti gue juga panik banget, karena nggak pernah liat dia ngamuk sebelumnya. Untungnya dia ngamuk sekarang disaat kita udah sering banget liat dia ngamuk kaya gitu. Jadi nggak sepenuhnya panik dalam menghadapinya.
Ini hanya berbagi cerita aja, apalagi untuk pasangan muda yang baru punya anak seperti gue. Mudah-mudahan cerita ini bisa membawa inspirasi untuk temen-temen semua.
Terimakasih.

No comments:
Post a Comment