Pages
▼
Sunday, September 11, 2011
Komplikasi Menstruasi dan Diare
Hai teman-teman, mau berbagi sedikit cerita kepanikan gue diperjalan pulang dari mudik sabtu kemarin.
Stres yang lumayan disaat gue pulang mudik, dihadapkan dengan Tol Cipularang yang menegangkan yang telah memakan banyak korban beberapa hari belakangan ini.
Saat perjalanan pulang ke jakarta memang istri gue sedang mengalami haid atau menstruasi dari beberapa hari sebelum pulang ke jakarta. Pada saat itu sebelum memasuki tol cipularang istri sudah merasa tidak enak perut walau pun diakuinya dia tidak pernah mengalami sakit perut/nyeri pada saat haid yang seperti dia rasakan sekarang ini.
Pada saat kita memasuki tol cipularang dengan kecepatan yang lumayan rendah 60 km/jam karena sangat berhati-hati dalam mengemudi, tiba-tiba istri minta untuk berhenti di Pemberhentian di Km 97. Tepat sebelum lokasi kecelakaan Saiful Jamil. Istri bilang sakit perutnya lumayan hebat. Dia mau coba untuk ke kamar mandi.
Di saat istri kekamar mandi, gue coba jaga baby gue, karena memang kita mengadakan perjalanan bertiga saja. Lama istri tidak kunjung datang mungkin ada sekitar 20 menit. Setelah pulang dia menceritakan kalo dia sempet mengalami blank spot (pusing terus gelap mata) lalu muntah, untungnya ada ibu-ibu yang menolongnya. Tapi dia bilang sakitnya belum hilang masih semakin menjadi. Akhir gue putuskan untuk melanjutkan perjalanan supaya cepat sampai ke jakarta.
Setelah melanjutkan perjalanan, dimobil istri semakin tersiksa. Anak pun menangis dan teriak-teriak karena memang ASI yang diproduksi itu tidak enak rasanya dikarenakan istri belum sama sekali makan siang sebab sakit perutnya itu.
Perjalanan begitu panjang, gue mencoba Drive Safely tapi juga coba untuk cepat sampai di Jakarta. Keadaan istri ternyata semakin parah. Dimobil itu antara istri yang sedang menahan sakit dan suara anak yang menangis membuat gue juga frustasi dan mulai memarahi anak. Padahal anak gue sama sekali nggak salah, memang karena dia blum mimi makanya dia rewel.
Sesampainya di tol dalam kota ternyata macet sebabnya ruas jalan menuju Tanjung priok itu dipenuhi kendaraan. Setelah melewati kemacetan itu gue mulai tancap gas lagi.
Singkat cerita sampai dirumah. Tadinya mau langsung gue bawa ke rumah sakit dekat rumah tetapi karena nggak ada yang jaga anak gue, makanya gue coba pulang dulu ke rumah. Sesampainya dirumah anak gue langsung diselamatkan oleh Bokap, lalu Nyokap coba memberikan air kunyit madu untuk mengobati. Tetapi istri sudah nggak kuat, sembari minum sembari gemetar.
Panik!...Gue langsung minta bokap setirin ke rumah sakit. Sesampainya dirumah sakit langsung gue masuk IGD (Instalasi Gawat Darurat). Gue ceritain keluhannya kalo istri itu sedang haid dan mungkin baru diare. Langsung dokter jaga di RS Her***a mengatakan kalau sakit perut yang sangat hebat ini disebut KOLIK (dibacanya / tulisannya sih gue juga nggak tau kaya gimana?). Komplikasi atau tabrakan antara mules karena haid dan sakit perut karena diare menyebabkan Sakit perut yang sangat hebat yang tidak bisa tertahankan.
Kemudian istri diberikan infus dan obat penahan rasa sakit serta Oralit untuk mengganti cairan tubuh yang semuanya itu disuntikan melalui saluran infus. Setelah itu gue coba berkonsultasi sama dokter apa istri bisa dirawat jalan karena baby gue harus minum ASI. Alhamdulilah istri gue bisa tenang dan ternyata bisa dilakukan rawat jalan. Beberapa jam istri dirawat di IGD sembari menghabiskan infusnya yang sayang uda dibayar kata dokternya lalu kita pulang.
Huh...Itu kepanikan yang baru pernah gue rasain. Mungkin teman-teman suatu hari mangalami kejadian yang sama dengan gue atau pun pernah melihat atau sedang mengalami. Istri dengan sakit perut yang sangat hebat? Segera bawa ke Rumah sakit jangan panik dan coba drive safely.
Semoga cerita ini berguna untuk kita semua.


No comments:
Post a Comment