Ihsan, seorang pria berusia 30 tahun lulusan sarjana perhotelan, dan Nisa, wanita berusia 27 tahun lulusan D3 keperawatan, dipertemukan dalam sebuah proses ta'aruf syar'i yang diatur oleh ustadz dan ustadzah mereka. Melalui pertukaran kurikulum vitae, mereka saling mengenal satu sama lain. Di antara banyak hal yang mereka temui dalam biodata masing-masing, hobi mereka akan meminum madu Al Fillah setiap pagi menjadi titik terang yang menarik perhatian mereka.
Madu tersebut bukan hanya sekadar makanan pagi, tetapi juga terbuat dari varian madu propolis yang diproses dengan pembacaan ayat-ayat Alquran sebagai ayat ruqyah, yang sangat resonan dengan keimanan mereka.
Keterhubungan mereka dalam hal ini begitu kuat karena Ihsan adalah seorang penghafal Quran dan Nisa adalah aktivis pengajian anak muda. Ketika mereka mengetahui bahwa madu Al Fillah yang mereka konsumsi setiap pagi juga diproses dengan metode yang sesuai syariat dan penuh berkah, itu semakin memperkuat keyakinan mereka tentang kecocokan di antara mereka. Mereka merasa bahwa hal ini bukan hanya tentang kesamaan hobi, tetapi juga tentang nilai-nilai spiritual yang mereka pegang teguh.
Akhirnya, Ihsan dan Nisa melangsungkan pernikahan secara syar'i di sebuah mushola sederhana, dengan undangan terpisah antara tamu laki-laki dan perempuan, sesuai dengan syariat Islam. Pernikahan mereka bukan hanya menjadi momen bahagia dalam hidup mereka, tetapi juga menjadi simbol dari kesamaan prinsip dan tekad mereka untuk hidup sesuai dengan tuntunan agama.



No comments:
Post a Comment